Kenangan ketika masa kuliah, di fakultas psikologi disebuah universitas yang cukup ternama di kota Surakarta. ketika itu matakuliah filsafat manusia yang kebetulan diampu oleh seorang dosen yang dikenal dengan sufi dan cakap berfilsafat.
Yang cukup menarik kala itu membahas materi tentang fungsi akal. Singkat cerita, sang dosen menjelaskan panjang lebar tentang akal dan fungsinya, dan pada kesimpulan bahwa "akal hanya berfungsi untuk memilih". Dalam hati "kok begitu sederhananya fungsi akal, jika hanya sekedar bermemilih saja?"
Saya mencoba memberanikan diri untuk mengacungkan tangan untuk bertanya,
setelah diberikan kesempatan oleh sang guru, saya pun segera menanyakan apa yang menjadi pertanyaan dalam hati saya tersebut, "maaf pak, selain berfungsi untuk memilih adakah fungsi yang lain?", "kok kesannya sederhana sekali, padahal akal inilah yang menjadikan perbedaan dengan makhluk ciptaan Allah yang lain?" alasanku,
Sang dosen menjawab "memang sederhana, dan begitu adanya"
"wah, masa seperti itu pak? hewan saja juga memilih, berarti berakal juga?" tambahku
"hewan tidak berakal, tapi memilih dengan insting", jawab sang dosen
semakin penasaran nih...
"berarti, akal sama dengan insting pak?" tanyaku lagi
"tidak" jawab sang dosen
"lalu?" saya coba mengejar argumen sang dosen
seketika saya di colek kakak tingkat (aktifis kampus) dan membisikkan "jangan terlalu kritis! nanti nilaimu kecil"
saya jawab dengan lirih ke kakak tingkat tersebut "biarin aja nilai kecil, dapat nilai A juga gak apa"
kakak tingkat menjawab lirih "A? A...mbil lagi tahun depan (ngulang-red)?"
"iya hehehe..." jawabku sambil agak nyengir
"nekat..."jawab kaka tingkat
Sang dosen justru hanya mengulang pernyataan bahwa " ya memang itulah fungsi akal manusia hanya untuk memilih"
"wah, kalo seperti itu cukup jelas kalo manusia sama dengan hewan, lalu bagaimana pernyataan bahwa manusia adalah hewan yang berpikir?" tanyaku lagi
Sang dosen pun menjawab "memang itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya, yaitu akal untuk berpikir, dan cara berikir manusia ada dengan memilih"
karena jam kuliah sudah hanpir selesai sayapun memberanikan diri untuk berargumen,
"maaf saya kurang sepakat dengan fungsi akal yang jika hanya untuk memilih saja"
"lalu" kejar sang dosen
"pasti ada yang lain selain untuk menjadikan akal untuk memilih saja dan menjadikan akal istimewa, yang menjadikan berbeda antara manusia dengan makhluk ciptaan yang lain, yaitu berpikir dengan merencanakan. makhluk lain tidak membuat rencana"
Sang dosen menjawab dengan enteng " ya itukan fungsi akal menurut pikiranmu"
(dan diskusi kami terhenti karena bel akhir jam kuliah sudah berbunyi.)
Dari diskusi tersebut, saya pribadi (mencoba berikir positif) bahwa sang dosen memberikan stimulus untuk para mahasiswa berpikir, apalagi mata kuliahnya adalah mata kuliah filsafat. sayang sekali diskusinya tidak begitu hidup, karena hanya kami berdua yang berpendapat (mungkin kesanya malah eyel-eyelan), jadi tidak ada argumen dari pihak lain. Saya menyayangkan sang dosen tidak meminta pendapat dari (mahasiswa) yang lain, sehingga diskusi bisa hidup dan lebih beragam pendapat serta argumen yang didapat. yuk, agent of change...be true agent of change! jangan cuma jadi mahasiswa yang koar-koar dalam demo, tapi pasif dalam diskusi ilmiah, kudu seimbang!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar