Kerendahan hati tidak akan merendahkan derajad diri, justru akan meninggikan derajad diri. Baik di hadapan Allah maupun manusia.
Inilah yang dapat kita ambil dari akhlak Rasulullah saw. Beliau tidak pernah menganggap orang-orang yang menimba ilmu terhadap dirinya dengan sebutan murid, tapi SAHABAT. Beliau tidak pernah menganggab Beliau paling pintar, meskipun Beliau seorang utusan Allah Yang Maha Mengetahui. Padahal, Abu Bakar Ash Sidiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib sampai Bilal (mantab) budak kulit hitam Beliau sebut dengan Sahabat, bukan hanya sebutan saja, tetapi sikap Belaiu terhadap para murid-muridnya tersebut sebagai sebenar-benarnya sahabat.
Rasulullah saw adalah contoh yang sangat perlu di teladhani oleh para guru, bagaimana bersikap terhadap para muridnya. Tidak dinafikan bahwa, sebenarnya banyak hal yang dipelajari oleh guru dari murid-muridnya. Dan sebenarnya ini lebih efektif jika dalam hubungan seorang guru dengan murid sebagai seorang sahabat, berbagi pengetahuan, berbagi informasi tentang materi yang di sedang dibahas dalam pelajaran. Bukan sebagai seorang nara sumber terhadap audiens (yang seringkali diperlakukan sebagai orang yang tidak tahu). CBSA, Cara Belajar Siswa Aktif, mungkin ini yang menjadi sistem belajar yang mampu menopang prosesnya.
Bukan sekedar kepintaran dan kekayaan pengetahuan yang dimiliki yang menjadi utama dalam pengajaran, tetapi membangkitkan gairah belajar para muridnya adalah hal yang lebih utama. Bertanya pun bukan sebagai hal yang memalukan bagi sang guru jika memang muridnya lebih memiliki kekayaan ilmu dalam materi tersebut.
Namun di sisi lain, kita sebagai murid juga harus memiliki sikap yang baik terhadap guru kita yang bersikap lunak (bersahabat) dengan murid-muridnya. Ada adab dalam berkomunikasi, terhadap kawan sebaya, terhadap orang yang lebih tua atau bahkan terhadap orang tua dan guru.
Menjadi seorang murid pun bukan sekedar pemahaman materi yang diajarkan yang manjadi keutamaan, tetapi kecerdasan dalam bersikap. Seperti halnya para sahabat Rasulullah yang tidak pernah bersikap kurang ajar terhadap Rasulullah (sebagai gurunya), sehingga dapat kita lihat bahwa para sahabat Rasulullah pun menjadi orang-orang yang berhasil, baik di dunia namun (InsyaAllah) di akhirat.
Yuk, menjadi pribadi yang cerdas intelektual dan cerdas dalam bersikap (kecerdasan emosi)
Catatan Mas Putro
Rabu, 09 Januari 2013
Minggu, 06 Januari 2013
Apa bahasa Inggrisnya kelinci?
Outbond...ya kata ini yang akan menjadi awal dari catatan ini.
Win Solutions, adalah sebuah lembaga pengembangan sumbedaya manusia yang bergerak di bidang salah satunya pelatihan. ketika itu alhamdulillah lebaga yang kebetulan kami rintis mendapatkan sebuah job, yaitu outbond untuk mahasiswa. Seperti biasa kami menyiapkan materi, game, tim fasilitator termasuk survei tempat pelaksanaan outbond.
Bersama pihak klien sepakat bahwa outbond dilaksanakan di salah satu daerah pariwisata di daerah Karanganyar Jawa Tengah. Tawangmangu, sebuah pariwisata yang berdaerah sejuk, dengan beberapa gerojokan yang menjadi salah satu objek wisatanya.
Pagi itu kami (tim Win Solutions) melakukan survei tempat outbond. setelah keliling-keliling dan fik titik utnuk permainan serta game-game apa saja yang akan dilaksanakan guna memberikan gambaran dari materi yang akan diungkap. Capek...ya itulah yang kami rasakan, karena harus naik turun bukit untuk menyesuaikan tempat dan meteri serta rute track yang akan dilalui. Kamipun melepas lelah di daerah wisata sambil refresing...sambil memesan makanan salah satu ciri khas Tawang Mangu, yaitu SATE KELINCI. Kami menunggu sate yang kami pesan siap, kamipun duduk di tikar-tikar yang sudah disiapkan oleh penjual untuk para pelanggannya. Alahamdulillah...setelah beberapa menit (+/- 30 menit) makanan yang kami pesan siap kami santap, kami pun langsung menyantap sate tersebut.
Di tengah-tengah kami menyantap sate tersebut, ada serombongan wisatawan asing, kulit putih dengan mata sipit, kami tidak tahu darimana mereka berasal, dari Cina, Jepang atau korea...sepertinya baru pertama kali datang ke Tawang Mangu. Para wisatawan mendatangi kami setelah pesan sate kelinci juga, kebetulan kami duduk bersebelahan dengan mereka. Salah satu dari mereka bertanya kepada kami,
"excuse me" sapa wisatawan
"ya..." saya mejawab ragu (maklum bahasa Inggris saya kacau, gak percaya nih kelanjutannya)
"what is kelinci?" tanya wisatawan tersebut,
wisatawan yang lain melihat, sepertinya menunggu jawaban dari kami.
"Oooo...kelinci is...(lupa, ampun saya bener-bener nge-blank)"
saya coba colek kawan, "apa bahasa Inggrisnya kelinci?"
"tak tau..."jawab kawan (tambah bingung lagi, harus kasih jawaban)
...dan terlintas...spontan saya jawab "BUGS BUNNY"
Para wisatawan kontan melongok (kalo di film kartun pasti di atas kepalanya muncul tanda tanya hehehe)
tapi untungnya salah satu dari wisatawan tersebut mengerti maksud saya, "ooo...rabit"
"ya!" jawab saya spontan lega (seperti lega setelah BAB, maaf)
kami pun tertawa, merasa geli dengan kejadian tersebut.
saya pun memberanikan diri meminta maaf atas kejadian tersebut, "i am sorry sir, i am forget"
Si wisatawan menjawab sambil tersenyum ramah, "its ok, thank's"
"you're welcome, sir" jawab saya lega
Syukurlah mereka tidak merasa dipermainkan,
tapi satu hal yang bisa saya ambil, ternyata untuk komunikasi tidak perlu terpaku pada bahasa baku. yang utama adalah bagaimana antara komunikator dan komunikan mampu saling memahami. seperti halnya wisatawan tadi yang mampu menangkap maksud dari yang saya sampaikan, meskipun tidak menggunakan bahasa yang baku (coba kalo disekolah, pasti sudah di coret oleh guru, malah kena semprot, disangka tidak serius belajar).
Yuk belajar komunikasi efektif !!!
Win Solutions, adalah sebuah lembaga pengembangan sumbedaya manusia yang bergerak di bidang salah satunya pelatihan. ketika itu alhamdulillah lebaga yang kebetulan kami rintis mendapatkan sebuah job, yaitu outbond untuk mahasiswa. Seperti biasa kami menyiapkan materi, game, tim fasilitator termasuk survei tempat pelaksanaan outbond.
Bersama pihak klien sepakat bahwa outbond dilaksanakan di salah satu daerah pariwisata di daerah Karanganyar Jawa Tengah. Tawangmangu, sebuah pariwisata yang berdaerah sejuk, dengan beberapa gerojokan yang menjadi salah satu objek wisatanya.
Pagi itu kami (tim Win Solutions) melakukan survei tempat outbond. setelah keliling-keliling dan fik titik utnuk permainan serta game-game apa saja yang akan dilaksanakan guna memberikan gambaran dari materi yang akan diungkap. Capek...ya itulah yang kami rasakan, karena harus naik turun bukit untuk menyesuaikan tempat dan meteri serta rute track yang akan dilalui. Kamipun melepas lelah di daerah wisata sambil refresing...sambil memesan makanan salah satu ciri khas Tawang Mangu, yaitu SATE KELINCI. Kami menunggu sate yang kami pesan siap, kamipun duduk di tikar-tikar yang sudah disiapkan oleh penjual untuk para pelanggannya. Alahamdulillah...setelah beberapa menit (+/- 30 menit) makanan yang kami pesan siap kami santap, kami pun langsung menyantap sate tersebut.
Di tengah-tengah kami menyantap sate tersebut, ada serombongan wisatawan asing, kulit putih dengan mata sipit, kami tidak tahu darimana mereka berasal, dari Cina, Jepang atau korea...sepertinya baru pertama kali datang ke Tawang Mangu. Para wisatawan mendatangi kami setelah pesan sate kelinci juga, kebetulan kami duduk bersebelahan dengan mereka. Salah satu dari mereka bertanya kepada kami,
"excuse me" sapa wisatawan
"ya..." saya mejawab ragu (maklum bahasa Inggris saya kacau, gak percaya nih kelanjutannya)
"what is kelinci?" tanya wisatawan tersebut,
wisatawan yang lain melihat, sepertinya menunggu jawaban dari kami.
"Oooo...kelinci is...(lupa, ampun saya bener-bener nge-blank)"
saya coba colek kawan, "apa bahasa Inggrisnya kelinci?"
"tak tau..."jawab kawan (tambah bingung lagi, harus kasih jawaban)
...dan terlintas...spontan saya jawab "BUGS BUNNY"
Para wisatawan kontan melongok (kalo di film kartun pasti di atas kepalanya muncul tanda tanya hehehe)
tapi untungnya salah satu dari wisatawan tersebut mengerti maksud saya, "ooo...rabit"
"ya!" jawab saya spontan lega (seperti lega setelah BAB, maaf)
kami pun tertawa, merasa geli dengan kejadian tersebut.
saya pun memberanikan diri meminta maaf atas kejadian tersebut, "i am sorry sir, i am forget"
Si wisatawan menjawab sambil tersenyum ramah, "its ok, thank's"
"you're welcome, sir" jawab saya lega
Syukurlah mereka tidak merasa dipermainkan,
tapi satu hal yang bisa saya ambil, ternyata untuk komunikasi tidak perlu terpaku pada bahasa baku. yang utama adalah bagaimana antara komunikator dan komunikan mampu saling memahami. seperti halnya wisatawan tadi yang mampu menangkap maksud dari yang saya sampaikan, meskipun tidak menggunakan bahasa yang baku (coba kalo disekolah, pasti sudah di coret oleh guru, malah kena semprot, disangka tidak serius belajar).
Yuk belajar komunikasi efektif !!!
Jumat, 04 Januari 2013
Coboy jr, dalam Fenomena
Kau bidadari jatuh dari surga di hadapanku eeeaa
Kau bidadari jatuh dari surga tepat di hatiku eeeaa
So baby please be mine, please be mine oh mine eeeaa
Karena hanya aku sang pangeran impianmu
Eeeaa eeeaa eeeaa eeeaa
Mungkin kita sering mendengar syair ini entah dari tv, radio atau bahkan disenandungkan anak kita. Lagu ini memanglah lagu biasa, namun yang menjadi luar biasa, ketika lagu ini diboomingkan oleh sekelompok anak SD yang tergabung dalam sebuah band (boyband tepatnya) dengan label coboy junior.
jika kita cermati, lirik dalam lagu ini sangatlah tidak cocok jika dimasukan dama genre lagu anak, sangat kental dengan cinta anak remaja. Ironisnya, hal ini menjadi hal yang wajar bagi masyarakat Indonesia. lebih lagi, lagu anak semakin miskin. Dan ini mampu mengkarbit anak untuk menjadi "dewasa" lebih awal. Dewasa dalam artian seks (ketertarikan dan kekaguman terhadap lawan jenis-red), bukan kedewasaan dalam bersikap. Buah yang karbitan saja tidak selezat buah yang memang matang, begitulah gambaran kedewasaan yang akan didapat anak-anak kita.
Segi positifnya, orang tua dituntut untuk lebih eksis mendampingi proses kedewasaan sang buah hati. Karena tentunya kita sama-sama sepakat bahwa setiap orang tua menginginkan buah hati tumbuh menjadi dewasa, bukan seolah-olah dewasa. Orang tua dituntut untuk mengikuti jaman, dan mengajarkan bagaimana mengikuti jaman bukan terhanyut dalam genggaman jaman (sisi negatif modernisasi).
Kau bidadari jatuh dari surga tepat di hatiku eeeaa
So baby please be mine, please be mine oh mine eeeaa
Karena hanya aku sang pangeran impianmu
Eeeaa eeeaa eeeaa eeeaa
Mungkin kita sering mendengar syair ini entah dari tv, radio atau bahkan disenandungkan anak kita. Lagu ini memanglah lagu biasa, namun yang menjadi luar biasa, ketika lagu ini diboomingkan oleh sekelompok anak SD yang tergabung dalam sebuah band (boyband tepatnya) dengan label coboy junior.
jika kita cermati, lirik dalam lagu ini sangatlah tidak cocok jika dimasukan dama genre lagu anak, sangat kental dengan cinta anak remaja. Ironisnya, hal ini menjadi hal yang wajar bagi masyarakat Indonesia. lebih lagi, lagu anak semakin miskin. Dan ini mampu mengkarbit anak untuk menjadi "dewasa" lebih awal. Dewasa dalam artian seks (ketertarikan dan kekaguman terhadap lawan jenis-red), bukan kedewasaan dalam bersikap. Buah yang karbitan saja tidak selezat buah yang memang matang, begitulah gambaran kedewasaan yang akan didapat anak-anak kita.
Segi positifnya, orang tua dituntut untuk lebih eksis mendampingi proses kedewasaan sang buah hati. Karena tentunya kita sama-sama sepakat bahwa setiap orang tua menginginkan buah hati tumbuh menjadi dewasa, bukan seolah-olah dewasa. Orang tua dituntut untuk mengikuti jaman, dan mengajarkan bagaimana mengikuti jaman bukan terhanyut dalam genggaman jaman (sisi negatif modernisasi).
Minggu, 30 Desember 2012
Mahasiswa dan diskusi
Kenangan ketika masa kuliah, di fakultas psikologi disebuah universitas yang cukup ternama di kota Surakarta. ketika itu matakuliah filsafat manusia yang kebetulan diampu oleh seorang dosen yang dikenal dengan sufi dan cakap berfilsafat.
Yang cukup menarik kala itu membahas materi tentang fungsi akal. Singkat cerita, sang dosen menjelaskan panjang lebar tentang akal dan fungsinya, dan pada kesimpulan bahwa "akal hanya berfungsi untuk memilih". Dalam hati "kok begitu sederhananya fungsi akal, jika hanya sekedar bermemilih saja?"
Saya mencoba memberanikan diri untuk mengacungkan tangan untuk bertanya,
setelah diberikan kesempatan oleh sang guru, saya pun segera menanyakan apa yang menjadi pertanyaan dalam hati saya tersebut, "maaf pak, selain berfungsi untuk memilih adakah fungsi yang lain?", "kok kesannya sederhana sekali, padahal akal inilah yang menjadikan perbedaan dengan makhluk ciptaan Allah yang lain?" alasanku,
Sang dosen menjawab "memang sederhana, dan begitu adanya"
"wah, masa seperti itu pak? hewan saja juga memilih, berarti berakal juga?" tambahku
"hewan tidak berakal, tapi memilih dengan insting", jawab sang dosen
semakin penasaran nih...
"berarti, akal sama dengan insting pak?" tanyaku lagi
"tidak" jawab sang dosen
"lalu?" saya coba mengejar argumen sang dosen
seketika saya di colek kakak tingkat (aktifis kampus) dan membisikkan "jangan terlalu kritis! nanti nilaimu kecil"
saya jawab dengan lirih ke kakak tingkat tersebut "biarin aja nilai kecil, dapat nilai A juga gak apa"
kakak tingkat menjawab lirih "A? A...mbil lagi tahun depan (ngulang-red)?"
"iya hehehe..." jawabku sambil agak nyengir
"nekat..."jawab kaka tingkat
Sang dosen justru hanya mengulang pernyataan bahwa " ya memang itulah fungsi akal manusia hanya untuk memilih"
"wah, kalo seperti itu cukup jelas kalo manusia sama dengan hewan, lalu bagaimana pernyataan bahwa manusia adalah hewan yang berpikir?" tanyaku lagi
Sang dosen pun menjawab "memang itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya, yaitu akal untuk berpikir, dan cara berikir manusia ada dengan memilih"
karena jam kuliah sudah hanpir selesai sayapun memberanikan diri untuk berargumen,
"maaf saya kurang sepakat dengan fungsi akal yang jika hanya untuk memilih saja"
"lalu" kejar sang dosen
"pasti ada yang lain selain untuk menjadikan akal untuk memilih saja dan menjadikan akal istimewa, yang menjadikan berbeda antara manusia dengan makhluk ciptaan yang lain, yaitu berpikir dengan merencanakan. makhluk lain tidak membuat rencana"
Sang dosen menjawab dengan enteng " ya itukan fungsi akal menurut pikiranmu"
(dan diskusi kami terhenti karena bel akhir jam kuliah sudah berbunyi.)
Dari diskusi tersebut, saya pribadi (mencoba berikir positif) bahwa sang dosen memberikan stimulus untuk para mahasiswa berpikir, apalagi mata kuliahnya adalah mata kuliah filsafat. sayang sekali diskusinya tidak begitu hidup, karena hanya kami berdua yang berpendapat (mungkin kesanya malah eyel-eyelan), jadi tidak ada argumen dari pihak lain. Saya menyayangkan sang dosen tidak meminta pendapat dari (mahasiswa) yang lain, sehingga diskusi bisa hidup dan lebih beragam pendapat serta argumen yang didapat. yuk, agent of change...be true agent of change! jangan cuma jadi mahasiswa yang koar-koar dalam demo, tapi pasif dalam diskusi ilmiah, kudu seimbang!
Yang cukup menarik kala itu membahas materi tentang fungsi akal. Singkat cerita, sang dosen menjelaskan panjang lebar tentang akal dan fungsinya, dan pada kesimpulan bahwa "akal hanya berfungsi untuk memilih". Dalam hati "kok begitu sederhananya fungsi akal, jika hanya sekedar bermemilih saja?"
Saya mencoba memberanikan diri untuk mengacungkan tangan untuk bertanya,
setelah diberikan kesempatan oleh sang guru, saya pun segera menanyakan apa yang menjadi pertanyaan dalam hati saya tersebut, "maaf pak, selain berfungsi untuk memilih adakah fungsi yang lain?", "kok kesannya sederhana sekali, padahal akal inilah yang menjadikan perbedaan dengan makhluk ciptaan Allah yang lain?" alasanku,
Sang dosen menjawab "memang sederhana, dan begitu adanya"
"wah, masa seperti itu pak? hewan saja juga memilih, berarti berakal juga?" tambahku
"hewan tidak berakal, tapi memilih dengan insting", jawab sang dosen
semakin penasaran nih...
"berarti, akal sama dengan insting pak?" tanyaku lagi
"tidak" jawab sang dosen
"lalu?" saya coba mengejar argumen sang dosen
seketika saya di colek kakak tingkat (aktifis kampus) dan membisikkan "jangan terlalu kritis! nanti nilaimu kecil"
saya jawab dengan lirih ke kakak tingkat tersebut "biarin aja nilai kecil, dapat nilai A juga gak apa"
kakak tingkat menjawab lirih "A? A...mbil lagi tahun depan (ngulang-red)?"
"iya hehehe..." jawabku sambil agak nyengir
"nekat..."jawab kaka tingkat
Sang dosen justru hanya mengulang pernyataan bahwa " ya memang itulah fungsi akal manusia hanya untuk memilih"
"wah, kalo seperti itu cukup jelas kalo manusia sama dengan hewan, lalu bagaimana pernyataan bahwa manusia adalah hewan yang berpikir?" tanyaku lagi
Sang dosen pun menjawab "memang itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya, yaitu akal untuk berpikir, dan cara berikir manusia ada dengan memilih"
karena jam kuliah sudah hanpir selesai sayapun memberanikan diri untuk berargumen,
"maaf saya kurang sepakat dengan fungsi akal yang jika hanya untuk memilih saja"
"lalu" kejar sang dosen
"pasti ada yang lain selain untuk menjadikan akal untuk memilih saja dan menjadikan akal istimewa, yang menjadikan berbeda antara manusia dengan makhluk ciptaan yang lain, yaitu berpikir dengan merencanakan. makhluk lain tidak membuat rencana"
Sang dosen menjawab dengan enteng " ya itukan fungsi akal menurut pikiranmu"
(dan diskusi kami terhenti karena bel akhir jam kuliah sudah berbunyi.)
Dari diskusi tersebut, saya pribadi (mencoba berikir positif) bahwa sang dosen memberikan stimulus untuk para mahasiswa berpikir, apalagi mata kuliahnya adalah mata kuliah filsafat. sayang sekali diskusinya tidak begitu hidup, karena hanya kami berdua yang berpendapat (mungkin kesanya malah eyel-eyelan), jadi tidak ada argumen dari pihak lain. Saya menyayangkan sang dosen tidak meminta pendapat dari (mahasiswa) yang lain, sehingga diskusi bisa hidup dan lebih beragam pendapat serta argumen yang didapat. yuk, agent of change...be true agent of change! jangan cuma jadi mahasiswa yang koar-koar dalam demo, tapi pasif dalam diskusi ilmiah, kudu seimbang!
Kamis, 27 Desember 2012
Anakku Keajaibanku
Sampai tahun 2008 saya masih melakoni hobi sebagai pekerjaan saya, yaitu sebagai seorang yang berkecimpung di dunia pelatihan, kalo istilah kerennya sih menjadi seorang trainer.
Ketika itu ada event pelatihan yang kebetulan outbond, jadi selama hampir satu minggu saya menyiapkan, dari persiapan materi dan persiapan tim fasilitator sampai persiapan alat bahkan pemasangan alat untuk beberapa permainan dalam outbond. Dari proses persiapan lumayan menguras pikiran dan tenaga.
Hari H pelaksanaan outbond sekian puluh peserta alhamdulillah berjalan lancar, meskipun begitu menikmati pelaksanaan outbond ini namun begitu menguras tenaga, cuapek!
Seusai pelaksanaan kami, tim merasa hal yang sama kecapean. dalam pikiran saya "wah, bakalan ada balas dendam nih, tidur sepanjangan untuk memulihkan badan supaya fit kembali. Dalam perjalanan pulang badan semakin lelah (perjalanan pulang kami tempuh bermotor kurang lebih 1,5 jam dengan motor). dalam hati serius nih, gak bakal sempet mandi...langsung tepar di kasur!
Sampai di basecamp, kami sempat menyimpan alat-alat outbond (rapi sedikit jadi, yang penting sudah tersimpan). dan langsung pulaaang... ke rumah.
Selama perjalanan menuju rumah, dalam pikiran masih hal yang sama seolah-olah ada paduan suara yang menyuarakan "kasur! kasur!,kasur!"
"Wah tikungan terakhir (masuk lorong ke rumah saya), akhirnya kasur semakin dekat" gumam saya.
Subhanallah, sebuah keajaiban!
Sesampai di rumah, setelah mendengar suara merdu anak berusia 1,5 tahun menyapa, rasa ngantuk, lelah, capek apalah kata lain yang sama dengan itu, dengan tiba-tiba serasa dicabut dari badan ini. Badan menjadi segar kembali (meskipun wajah masih gosong bekas sengatan sinar matahari). Tidak lagi menyentuh kasur, tapi malah bermain, berlari-lari, berguling-guling dengan anak yang berusia 1,5 tahu tadi, yang tidak lain adalah anak saya Tazkya Alfi Humaeda yang biasa kami panggil dengan CINTA.
Keajaiban ini benar-benar saya rasakan, mungkin karena ada kekuatan yang lebih besar yaitu rasa kasih sayang kepada anak kita atau keluarga kita, maka kekuatan negatif (rasa capek, lelah dan ngantuk) tadi hilang.
Ternyata hal yang sama didapat oleh orang tua- orang tua lainnya, ketika hal ini pernah saya share ke beberapa rekan yang juga sudah berkeluarga.
Subhanallah, keajaiban itu nyata!
Yuk, tetap menjadi keajaiban bagi orang tua kita!
Ketika itu ada event pelatihan yang kebetulan outbond, jadi selama hampir satu minggu saya menyiapkan, dari persiapan materi dan persiapan tim fasilitator sampai persiapan alat bahkan pemasangan alat untuk beberapa permainan dalam outbond. Dari proses persiapan lumayan menguras pikiran dan tenaga.
Hari H pelaksanaan outbond sekian puluh peserta alhamdulillah berjalan lancar, meskipun begitu menikmati pelaksanaan outbond ini namun begitu menguras tenaga, cuapek!
Seusai pelaksanaan kami, tim merasa hal yang sama kecapean. dalam pikiran saya "wah, bakalan ada balas dendam nih, tidur sepanjangan untuk memulihkan badan supaya fit kembali. Dalam perjalanan pulang badan semakin lelah (perjalanan pulang kami tempuh bermotor kurang lebih 1,5 jam dengan motor). dalam hati serius nih, gak bakal sempet mandi...langsung tepar di kasur!
Sampai di basecamp, kami sempat menyimpan alat-alat outbond (rapi sedikit jadi, yang penting sudah tersimpan). dan langsung pulaaang... ke rumah.
Selama perjalanan menuju rumah, dalam pikiran masih hal yang sama seolah-olah ada paduan suara yang menyuarakan "kasur! kasur!,kasur!"
"Wah tikungan terakhir (masuk lorong ke rumah saya), akhirnya kasur semakin dekat" gumam saya.
Subhanallah, sebuah keajaiban!
Sesampai di rumah, setelah mendengar suara merdu anak berusia 1,5 tahun menyapa, rasa ngantuk, lelah, capek apalah kata lain yang sama dengan itu, dengan tiba-tiba serasa dicabut dari badan ini. Badan menjadi segar kembali (meskipun wajah masih gosong bekas sengatan sinar matahari). Tidak lagi menyentuh kasur, tapi malah bermain, berlari-lari, berguling-guling dengan anak yang berusia 1,5 tahu tadi, yang tidak lain adalah anak saya Tazkya Alfi Humaeda yang biasa kami panggil dengan CINTA.
Keajaiban ini benar-benar saya rasakan, mungkin karena ada kekuatan yang lebih besar yaitu rasa kasih sayang kepada anak kita atau keluarga kita, maka kekuatan negatif (rasa capek, lelah dan ngantuk) tadi hilang.
Ternyata hal yang sama didapat oleh orang tua- orang tua lainnya, ketika hal ini pernah saya share ke beberapa rekan yang juga sudah berkeluarga.
Subhanallah, keajaiban itu nyata!
Yuk, tetap menjadi keajaiban bagi orang tua kita!
Rabu, 26 Desember 2012
Orang Tua, Bintang Multi Talent Bagi Anak
Pendidikan utama bagi seorang anak adalah di keluargannya, dan guru utama bagi anak adalah orang tuanya. Hal yang sering terlupakan bagi pasangan yang akan menikah adalah, menyiapkan diri menjadi pendidik bagi anak-anaknya.
Bukan sekedar Rumah, tapi tempat membangun fondasi kehidupan anak-anaknya
bukan sekedar mobil, tapi kendaraan untuk mengantarkan anak-anaknya mencapai cita-citanya
bukan sekedar Orang tua, tapi sahabat bagi anak-anaknya
menjadi kompas ketika anak dalam kebingungan
menjadi tempat bersandar ketika anak dalam kelelahan
menjadi per pelontar ketika anak ingin maraih yang lebih tinggi
menjadi air ketika anak dalam panas marah
menjadi api untuk menyulut semangat anak-anaknya
menjadi model bagi gambaran kehidupan anak-anaknya
Bukan sekedar Rumah, tapi tempat membangun fondasi kehidupan anak-anaknya
bukan sekedar mobil, tapi kendaraan untuk mengantarkan anak-anaknya mencapai cita-citanya
bukan sekedar Orang tua, tapi sahabat bagi anak-anaknya
menjadi kompas ketika anak dalam kebingungan
menjadi tempat bersandar ketika anak dalam kelelahan
menjadi per pelontar ketika anak ingin maraih yang lebih tinggi
menjadi air ketika anak dalam panas marah
menjadi api untuk menyulut semangat anak-anaknya
menjadi model bagi gambaran kehidupan anak-anaknya
Langganan:
Postingan (Atom)