Outbond...ya kata ini yang akan menjadi awal dari catatan ini.
Win Solutions, adalah sebuah lembaga pengembangan sumbedaya manusia yang bergerak di bidang salah satunya pelatihan. ketika itu alhamdulillah lebaga yang kebetulan kami rintis mendapatkan sebuah job, yaitu outbond untuk mahasiswa. Seperti biasa kami menyiapkan materi, game, tim fasilitator termasuk survei tempat pelaksanaan outbond.
Bersama pihak klien sepakat bahwa outbond dilaksanakan di salah satu daerah pariwisata di daerah Karanganyar Jawa Tengah. Tawangmangu, sebuah pariwisata yang berdaerah sejuk, dengan beberapa gerojokan yang menjadi salah satu objek wisatanya.
Pagi itu kami (tim Win Solutions) melakukan survei tempat outbond. setelah keliling-keliling dan fik titik utnuk permainan serta game-game apa saja yang akan dilaksanakan guna memberikan gambaran dari materi yang akan diungkap. Capek...ya itulah yang kami rasakan, karena harus naik turun bukit untuk menyesuaikan tempat dan meteri serta rute track yang akan dilalui. Kamipun melepas lelah di daerah wisata sambil refresing...sambil memesan makanan salah satu ciri khas Tawang Mangu, yaitu SATE KELINCI. Kami menunggu sate yang kami pesan siap, kamipun duduk di tikar-tikar yang sudah disiapkan oleh penjual untuk para pelanggannya. Alahamdulillah...setelah beberapa menit (+/- 30 menit) makanan yang kami pesan siap kami santap, kami pun langsung menyantap sate tersebut.
Di tengah-tengah kami menyantap sate tersebut, ada serombongan wisatawan asing, kulit putih dengan mata sipit, kami tidak tahu darimana mereka berasal, dari Cina, Jepang atau korea...sepertinya baru pertama kali datang ke Tawang Mangu. Para wisatawan mendatangi kami setelah pesan sate kelinci juga, kebetulan kami duduk bersebelahan dengan mereka. Salah satu dari mereka bertanya kepada kami,
"excuse me" sapa wisatawan
"ya..." saya mejawab ragu (maklum bahasa Inggris saya kacau, gak percaya nih kelanjutannya)
"what is kelinci?" tanya wisatawan tersebut,
wisatawan yang lain melihat, sepertinya menunggu jawaban dari kami.
"Oooo...kelinci is...(lupa, ampun saya bener-bener nge-blank)"
saya coba colek kawan, "apa bahasa Inggrisnya kelinci?"
"tak tau..."jawab kawan (tambah bingung lagi, harus kasih jawaban)
...dan terlintas...spontan saya jawab "BUGS BUNNY"
Para wisatawan kontan melongok (kalo di film kartun pasti di atas kepalanya muncul tanda tanya hehehe)
tapi untungnya salah satu dari wisatawan tersebut mengerti maksud saya, "ooo...rabit"
"ya!" jawab saya spontan lega (seperti lega setelah BAB, maaf)
kami pun tertawa, merasa geli dengan kejadian tersebut.
saya pun memberanikan diri meminta maaf atas kejadian tersebut, "i am sorry sir, i am forget"
Si wisatawan menjawab sambil tersenyum ramah, "its ok, thank's"
"you're welcome, sir" jawab saya lega
Syukurlah mereka tidak merasa dipermainkan,
tapi satu hal yang bisa saya ambil, ternyata untuk komunikasi tidak perlu terpaku pada bahasa baku. yang utama adalah bagaimana antara komunikator dan komunikan mampu saling memahami. seperti halnya wisatawan tadi yang mampu menangkap maksud dari yang saya sampaikan, meskipun tidak menggunakan bahasa yang baku (coba kalo disekolah, pasti sudah di coret oleh guru, malah kena semprot, disangka tidak serius belajar).
Yuk belajar komunikasi efektif !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar