Kerendahan hati tidak akan merendahkan derajad diri, justru akan meninggikan derajad diri. Baik di hadapan Allah maupun manusia.
Inilah yang dapat kita ambil dari akhlak Rasulullah saw. Beliau tidak pernah menganggap orang-orang yang menimba ilmu terhadap dirinya dengan sebutan murid, tapi SAHABAT. Beliau tidak pernah menganggab Beliau paling pintar, meskipun Beliau seorang utusan Allah Yang Maha Mengetahui. Padahal, Abu Bakar Ash Sidiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib sampai Bilal (mantab) budak kulit hitam Beliau sebut dengan Sahabat, bukan hanya sebutan saja, tetapi sikap Belaiu terhadap para murid-muridnya tersebut sebagai sebenar-benarnya sahabat.
Rasulullah saw adalah contoh yang sangat perlu di teladhani oleh para guru, bagaimana bersikap terhadap para muridnya. Tidak dinafikan bahwa, sebenarnya banyak hal yang dipelajari oleh guru dari murid-muridnya. Dan sebenarnya ini lebih efektif jika dalam hubungan seorang guru dengan murid sebagai seorang sahabat, berbagi pengetahuan, berbagi informasi tentang materi yang di sedang dibahas dalam pelajaran. Bukan sebagai seorang nara sumber terhadap audiens (yang seringkali diperlakukan sebagai orang yang tidak tahu). CBSA, Cara Belajar Siswa Aktif, mungkin ini yang menjadi sistem belajar yang mampu menopang prosesnya.
Bukan sekedar kepintaran dan kekayaan pengetahuan yang dimiliki yang menjadi utama dalam pengajaran, tetapi membangkitkan gairah belajar para muridnya adalah hal yang lebih utama. Bertanya pun bukan sebagai hal yang memalukan bagi sang guru jika memang muridnya lebih memiliki kekayaan ilmu dalam materi tersebut.
Namun di sisi lain, kita sebagai murid juga harus memiliki sikap yang baik terhadap guru kita yang bersikap lunak (bersahabat) dengan murid-muridnya. Ada adab dalam berkomunikasi, terhadap kawan sebaya, terhadap orang yang lebih tua atau bahkan terhadap orang tua dan guru.
Menjadi seorang murid pun bukan sekedar pemahaman materi yang diajarkan yang manjadi keutamaan, tetapi kecerdasan dalam bersikap. Seperti halnya para sahabat Rasulullah yang tidak pernah bersikap kurang ajar terhadap Rasulullah (sebagai gurunya), sehingga dapat kita lihat bahwa para sahabat Rasulullah pun menjadi orang-orang yang berhasil, baik di dunia namun (InsyaAllah) di akhirat.
Yuk, menjadi pribadi yang cerdas intelektual dan cerdas dalam bersikap (kecerdasan emosi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar